Kamis, 29 Oktober 2020

Katoda 7 Segment

 Assalaamu'alaikum...

Jadi, kali ini pembahasannya adalah katoda 7 segment. Sebelumnya, apa sih layar 7 segment itu? Nah, Layar Tujuh Segmen (Seven Segment Display) adalah komponen Elektronika yang dapat menampilkan angka desimal melalui kombinasi-kombinasi segmennya. Seven Segment Display pada umumnya dipakai pada Jam Digital, Kalkulator, Penghitung atau Counter Digital, Multimeter Digital dan juga Panel Display Digital seperti pada Microwave Oven ataupun Pengatur Suhu Digital . Seven Segment Display pertama diperkenalkan dan dipatenkan pada tahun 1908 oleh Frank. W. Wood dan mulai dikenal luas pada tahun 1970-an setelah aplikasinya pada LED (Light Emitting Diode).

PENGERTIAN KATODA

    Common Katoda (CC) merupakan pin yang terhubung dengan semua kaki katoda LED dalam seven segmen dengan common katoda akan aktif apabila diberi logika tinggi atau disebut aktif high, sedangkan penujang Anoda bisa menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED.  Kaki Katoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda Segmen LED.

Berikut adalah Tipe Common Katoda :


Skematik Internal Segmen Display Common Katoda :



Penyusunan

    Tujuh bagian dari layar dapat dinyalakan dalam bermacam-macam kombinasi untuk menampilkan angka Arab. Sering ketujuh segmen tersebut disusun dengan kemiringan tertentu, untuk memudahkan pembacaan. Pada sebagian besar penerapannya, ketujuh segmen ini memiliki bentuk dan ukuran yang hampir seragam (biasanya segienam panjang, walaupun trapesium dan persegi panjang juga dapat digunakan.

    Pada LED 7 Segmen jenis Common Cathode (Katoda), Kaki Katoda pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan Kaki Anoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED.  Kaki Katoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda Segmen LED.

 Prinsip Kerja

    Prinsip kerja dari seven segment ini adalah inpuan bilangan biner pada switch dikonversi masuk kedalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut ke dalam bilangan desimal, yang mana bilangan desimal ini akan ditampilkan pada layar seven segmen. Fungsi dari decoder sendiri adalah sebagai pengkonversi bilangan biner ke dalam bilangan desimal.

Cara kerja

    Cara kerja dari seven segmen common katode akan aktif pada kondisi high “1” dan akan off pada kondisi low “0”.

ANGKA

h

g

f

e

d

c

b

a

HEXA

0

0

0

1

1

1

1

1

1

3FH

1

0

0

0

0

0

1

1

0

06H

2

0

1

0

1

1

0

1

1

5BH

3

0

1

0

0

1

1

1

1

4FH

4

0

1

1

0

0

1

1

0

66H

5

0

1

1

0

1

1

0

1

6DH

6

0

1

1

1

1

1

0

1

7DH

7

0

0

0

0

0

1

1

1

07H

8

0

1

1

1

1

1

1

1

7FH

9

0

1

1

0

1

1

1

1

6FH

 

Contoh dalam 7 segment:

    Kaki katoda dengan label a sampai h sebagai pin aktifasi yang menetukan nyala LED. Sedangkan common katoda merupakan pin yang terhubung dengan semua kaki katoda LED dalam seven segment. Common katoda akan digroundkan sehingga seven segment dengan common katoda akan aktif apabila diberi logika tinggi (1) atau disebut aktif high.

    Andaikan ingin ditampilkan angka satu (1) pada seven segment, maka led dengan label “b” dan “c” diaktifkan. Maka jika digunakan seven segment common katoda, kondisi logika pada terminal a=0, b=1, c=1, d=0, e=0, f=0, g=0 dan h=0, sedangkan terminal common dihubungkan ke ground. Kondisi logika terminal “a” sampai “h” untuk seven segment common anoda adalah komplemen dari common katoda dan terminal common dihubungkan ke Vcc.

    Common Cathode berlogika atau bernilai negative. Common adalah pin yang terhubung ke semua segment. Common Cathode berfungsi sebagai GND sehingga logika yang diberikan kepada segment adalah ACTIVE HIGH atau 1.

 

Fungsi – fungsi SEVEN SEGMEN di kehidupan sehari hari :

  • Untuk jam digital
  • Untuk papan score pada olahraga
  • Untuk Calculator
  • Untuk Tulisan SELAMAT DATANG pada Bank, gerbang tol dll.

 

Sekian untuk pembahasan materi katoda 7 segment kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh... 



 

Sumber :

https://teknikelektronika.com/pengertian-seven-segment-display-layar-tujuh-segmen/

http://rahmaaulia28.blogspot.com/2018/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html

https://adhityafaika.wordpress.com/2019/10/10/seven-segmen-katoda.html


Kamis, 08 Oktober 2020

Rangkaian Flip Flop

 

 RANGKAIAN FLIP FLOP

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

Nah, kali ini pembahasannya mengenai rangkaian flip flop. Flip-flop merupakan salah satu pengaplikasian dari beberapa gerbang digital sehingga bisa menyimpan bilangan biner 1 bit.

Rangkaian Flip-flop pada teknik digital memiliki sifat kondisi output yang tidak hanya bergantung pada kondisi input, tetapi bergantung juga pada kondisi input sebelumnya. Rangkaian ini memiliki dua keluaran yang dinamakan sebagai kondisi Q dan Q’, yang mana Q’ adalah kondisi kebalikan dari Q. 

    Rangkaian Flip-flop sudah ditemukan sejak tahun 1918 oleh seorang ahli fisika dari Inggris bernama William Eccless dan F. W. Jordan. Saat itulah dikembangkan rangkaian-rangkaian penyimpan data hingga saat ini. Bisa dikatakan Flip-flop merupakan rangkaian memori 1 bit dengan keluaran 1 atau 0 saja.

Saat ini dikenal beberapa jenis rangkaian Flip-flop, yaitu SR Flip-flop, JK Flip-flop, D Flip-flop, dan T Flip-flop

a. SR (set-reset) Flip Flop 

        SR Flip-flop merupakan jenis flip-flop yang paling sederhana. Disebut sebagai SR karena flip-flop ini memiliki masukan Set dan Reset maka disebut dengan SR Flip-flop. SR Flip-flop terdiri dari satu rangkaian bistabil dan hanya dapat mengoperasikan satu bit bilangan biner. Jenis konfigurasi dalam membangun sebuah SR flip flop adalah dengan menggunakan dua buah gerbang NAND, atau dengan dua buah gerbang NOR. Kedua gerbang (NAND atau NOR) dihubungkan saling menyilang, yakni output salah satu gerbang NAND dihubungkan ke bagian input gerbang NAND lainnya. Begitu juga halnya dengan gerbang NOR.

RS Flip-flop memiliki dua masukan yang masing-masing terdiri dari input Set (S) dan Reset (R), begitu juga dengan outputnya juga memiliki dua buah masukan Q dan Q’. Arti set dan reset pada SR flip-flop adalah dengan menset kondisi input S, output Q akan menghasilkan kondisi 1, sedangkan me-reset flip-flop, output Q akan menghasilkan kondisi 0. Sedangkan kondisi output Q’ akan selalu berlawanan dengan Q.

Prinsip kerjanya :

1. JIka SET bernilai logika nol (0), dan Q sebelumnya bernilai logika nol (0), maka Q akan bernilai logika nol(0) dan dipertahankan (hold) pada nilai logika nol(0) tanpa memperdulikan nilai logika RESET di waktu yang akan datang.

2. Jika SET bernilai logika satu(1), RESET bernilai logika nol(0), dan Q sebelumnya bernilai logika nol(0), maka Q akan bernilai logika satu(1) dan akan dipertahankan pada nilai logika satu(1) tanpa memperdulikan perubahan nilai logika SET yang akan datang.

3. Jika SET bernilai logika nol(0), RESET bernilai logika satu(1),  dan Q sebelumnya bernilai logika satu(1), maka Q akan bernilai logika nol(0) dan akan dipertahankan pada nilai logika nol(0) tanpa memperdulikan perubahan nilai logika RESET dimasa yang akan datang.

4. SET dan RESET tidak boleh sama-sama bernilai logika satu(1).

 

b. D Flip Flop

        D Flip-flop merupakan salah satu jenis Flip-flop yang dibangun dengan menggunakan Flip-flop RS. Perbedaan dengan Flip-flop RS terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT. maka setiap masukan ke D FF ini akan memberi keadaan yang berbeda pada input RS, dengan demikian hanya terdapat 2 keadaan “SET” dan “RESET”  S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat disi. Berikut adalah gambar dari symbol dan data sheet D Flip – flop. fungsi D flip-flop yang real dapat menyimpan data 1 bit untuk sementara waktu. Waktu ini lah sering disebut dengan delay flip-flop atau D-Latch.


c. JK Flip Flop

JK flip-flop merupakan jenis flip-flop yang dibangun dengan dua buah SR flip-flop clocked yang digabungkan menjadi satu. Yang mana kedua output dari flip-flop yang pertama dihubungkan dengan input flip-flop kedua secara berderet. Sedangkan output flip-flop yang kedua diumpanbalikan kepada input flip-flop yang pertama sehingga flip-flop yang pertama dapat disebut sebagai master (induk), dan flip-flop kedua disebut sebagai slave (pembantu). Sifat flip-flop yang kedua akan mengikuti sifat flip-flop yang pertama. Kelebihan JK Flip-flop adalah tidak adanya kondisi terlarang atau yang berarti di beri berapapun inputan asalkan terdapat clock maka akan terjadi perubahan pada keluarannya / outputnya.



d. T Flip Flop

    T Flip-flip merupakan salah satu jenis flip-flop yang kedua outputnya diumpan balikan kembali (feedback) ke bagian input SR flip-flop. T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang telah di buat  dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputnya rendah. 

 

Dibawah ini adalah gambar flip flop:


Nah, itu saja pembahasan rangkaian flip flop untuk kali ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh…

 

 

 

Sumber :

https://skemaku.com/mengenal-rangkaian-flip-flop-dan-cara-kerja-rangkaian-flip-flop-pada-teknik-digital/

https://binus.ac.id/bandung/2019/12/flip-flop-dan-jenis-jenisnya/

https://teknikelektronika.com/pengertian-flip-flop-jenis-flip-flop/

Teknik Evaluasi pada Model Machine Learning

Hai, temen-temen semua. Kali ini pembahasannya tentang Teknik Evaluasi pada Model Machine Learning. Gimana sih Teknik Evaluasi itu? Simak pe...